Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Benarkah Minum Air Putih Bisa Kurangi Jerawat?

Benarkah Minum Air Putih Bisa Kurangi Jerawat?


Jakarta, Jerawat adalah masalah yang dihadapi oleh banyak orang dan bisa menurunkan kepercayaan diri. Tapi katanya jerawat ini bisa dikurangi dengan mengonsumsi air putih. Benarkah begitu?

Sekitar 60-70 persen tubuh manusia terdiri dari air, sehingga jika tubuh kekurangan air maka masalah kecil hingga serius bisa muncul. Termasuk masalah pada kulit yang disebabkan oleh kurangnya asupan air.

Tapi kabar bahwa minum 8 gelas air bisa mengobati jerawat yang muncul tidaklah akurat, hal ini karena belum ada bukti ilmiah yang bisa mendukung ide tersebut, seperti dikutip dari healing.about.com, Jumat (16/9/2011).

Selain itu sebagian besar jerawat disebabkan oleh perubahan atau adanya ketidakseimbangan hormonal, stres serta menumpuknya sel-sel kulit mati, kurangnya menjaga kebersihan dan tersumbatnya kelenjar keringat.

Meski begitu mengonsumsi air yang cukup tetap bisa bermanfaat bagi kulit yaitu menjaga kesehatannya. Hal ini karena setiap sel di tubuh membutuhkan air untuk membantunya tetap terhidrasi dan sehat.

Jika kadar air dalam sel berkurang maka bisa menyebabkan kulit kering dan retak-retak yang membuatnya lebih rentan terhadap bakteri yang memicu terjadinya gangguan kulit. Selain itu kulit kering sangat terkait dengan lebih mudahnya jerawat muncul.

Jika ingin mendapatkan kulit sehat dan halus, maka cobalah mengonsumsi air putih yang ditambah perasan lemon atau jeruk nipis, trik lainnya bisa juga dengan minum air hangat yang ditambah sesendok madu.

Sedangkan untuk wajah berminyak, cobalah menyemprotkan wajah dengan air sebanyak 4-6 kali dalam sehari lalu keringkan dengan handuk untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan mengurangi produksi minyak.
Sjogren's Syndrome, dengan Gejala Mata dan Mulut Kering

Sjogren's Syndrome, dengan Gejala Mata dan Mulut Kering


Sjogren syndrome atau sindrom Sjogren adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang dapat diidentifikasi dengan dua gejala yang paling umum, yaitu mata kering dan mulut kering.

Sindrom Sjogren seringkali menyertai gangguan sistem kekebalan, seperti rheumatoid arthritis dan lupus. Pada penderita sindrom Sjogren, mata dan mulut biasanya paling pertama terpengaruh.

Pengaruh sindrom Sjogren pada mata dan mulut dapat mengakibatkan penurunan produksi air mata dan air liur. Sindrom Sjogren dapat mempengaruhi kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi air mata dan kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi air liur (saliva).

Sindrom Sjogren dapat terjadi pada semua usia, namun kebanyakan didiagnosis pada usia lebih dari 40 tahun. Sindrom Sjogren banyak terjadi pada wanita. Pengobatan sindrom ini biasanya berfokus pada menghilangkan gejala, yang dapat reda seiring berjalannya waktu.

Penyebab

Penyebab sindrom Sjogren adalah gangguan autoimun. Hal ini mempunyai arti bahwa terjadi kesalahan pada sistem kekebalan tubuh, yang menyerang sel-sel dan jaringan tubuh sendiri .

Para ilmuwan tidak yakin mengapa beberapa orang menderita sindrom Sjogren sedangkan yang lainnya tidak. Gen tertentu menempatkan orang pada risiko tinggi untuk mengalami gangguan autoimun yang menyebabkan sindrom ini. Tetapi mekanisme tertentu dapat memicu terjadinya sindrom ini, seperti infeksi oleh virus atau bakteri tertentu.

Dalam sindrom Sjogren, sistem kekebalan tubuh terlebih dahulu menyebabkan mata dan mulut kering. Tetapi sindrom ini juga dapat merusak bagian tubuh yang lain, antara lain:
1. Sendi
2. Tiroid
3. Ginjal
4. Hati
5. Paru-paru
6. Kulit
7. Saraf

Gejala

Dua gejala utama sindrom Sjogren adalah:

1. Mata kering
Mata mungkin mengalami sensasi terbakar, gatal atau seperti berpasir (seolah-olah ada pasir di dalamnya).

2. Mulut kering
Mulut mungkin terasa seperti penuh dengan kapas, sehingga terasa sulit untuk menelan atau berbicara.

Beberapa orang dengan sindrom Sjogren juga mengalami satu atau lebih dari gejala berikut:
1. Nyeri, pembengkakan dan kekakuan yang terjadi secara bersamaan.
2. Kelenjar ludah membengkak, terutama kelenjar yang terletak di belakang rahang dan di depan telinga.
3. Ruam pada kulit dan kulit kering
4. Vagina kering
5. Batuk kering yang persisten
6. Kelelahan yang berkepanjangan

Pengobatan

Banyak orang yang dapat mengatasi mata kering dan mulut kering yang terkait dengan sindrom Sjogren dengan menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas dan minum air lebih sering. Tetapi beberapa orang mungkin membutuhkan resep obat dari dokter, atau bahkan operasi.

Obat-obatan

Tergantung pada gejala yang terjadi pada pasien, obat yang biasa diberikan oleh dokter, antara lain:

1. Obat untuk meningkatkan produksi air liur
Obat-obatan jenis ini antara lain, pilocarpine (Salagen) dan cevimeline (Evoxac) dapat meningkatkan produksi air liur, dan kadang-kadang juga meningkatkan produksi air mata. Efek samping yang dapat terjadi, antara lain berkeringat, sakit perut, diare, dan sering buang air.

2. Obat untuk komplikasi tertentu dari sindrom Sjogren
Jika sindrom ini berkembang menjadi gejala-gejala seperti arthritis, dapat diatasi dengan obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) atau obat arthritis yang lain. Jika terjadi infeksi jamur oleh karena keringnya rongga mulut, harus diobati dengan obat antijamur.

3. Obat untuk mengatasi semua gejala sindrom Sjogren secara luas
Hydroxychloroquine (Plaquenil) merupakan obat yang dirancang untuk mengobati malaria, obat ini sering membantu dalam mengobati sindrom Sjogren. Obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti methotrexate atau siklosporin, mungkin juga akan diresepkan oleh dokter.

Operasi
Untuk mengurangi kering pada mata, dapat dipertimbangkan untuk menjalani prosedur bedah minor untuk menutup saluran air mata. Saluran air mata tersebut merupakan saluran yang mengeluarkan air mata dari mata (punctal occlusion) dan menyebabkan air mata habis, sehingga mata kering. Kolagen atau silikon dapat dimasukkan ke dalam saluran sebagai penutup sementara. Tindakan operasi yang lain juga dapat dengan menggunakan laser untuk menutup saluran air mata secara permanen.
Cara Pangkas Berat Badan: Kurangi Kalori atau Banyak Gerak?

Cara Pangkas Berat Badan: Kurangi Kalori atau Banyak Gerak?

 Jakarta, Kebanyakan orang hanya berhasil menurunkan berat badan sesaat saja, namun setelah itu tidak berhasil menjaga berat badannya tetap stabil untuk jangka panjang. Bagaimana cara menurunkan berat badan yang ideal, mengurangi asupan kalori makanan atau banyak bergerak?

Ada anggapan bahwa peningkatan aktivitas fisik tidak terlalu berpengaruh pada penurunan berat badan jika dibandingkan dengan pengurangan kalori ekstra dalam asupan makanan. Beberapa orang contohnya sudah melakukan banyak olahraga tapi berat badannya tak kunjung turun.

Tetapi menurut Dr. Kevin D. Hall dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, hal yang terjadi justru kebalikannya.

Jika seorang pria dengan berat 220 pound (99,8 Kg) melakukan tambahan aktivitas fisik dengan berlari 12,5 mil (20 Km) per minggu pada kecepatan sedang, maka ia dapat menurunkan berat badan lebih banyak dan lebih cepat, jika dibandingkan dengan hanya mengurangi jumlah kalori dalam dietnya.

Menurutnya, banyak bergerak bisa berguna untuk menjaga berat badan dalam posisi stabil ketimbang hanya mengurangi porsi makanan. Maka itu setelah melakukan diet pengurangan kalori sangat dianjurkan menjaga berat badannya dengan banyak bergerak.

Studi pada lebih dari 5.000 peserta di National Weight Control Registry telah menunjukkan bahwa mereka yang kehilangan banyak berat badan dan tetap bisa menjaganya selama bertahun-tahun setelah melakukan 2 cara yaitu melanjutkan aktivitas fisik alias banyak bergerak setelah mengurangi kalori dan pemeriksaan rutin berat badan.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan The Lancet seperti dikutip dari The New York Times, Kamis (22/9/2011), Dr Hall menjelaskan bagaimana berat badan orang perlahan-lahan bisa terus meningkat walaupun orang tersebut tidak mengubah pola makan dan kebiasaan olahraganya.

Apa yang terjadi jika orang mengurangi kalori saja atau hanya olahraga saja?

Mengurangi Kalori

Dengan memangkas 250 kalori per hari, misalnya dengan mengurangi makan coklat atau setengah cangkir es krim akan dapat menyebabkan penurunan berat badan sekitar 25 pound (11,3 Kg) selama 3 tahun.

Sebaliknya kenaikan berat badan bisa terjadi meski orang tersebut tidak menyadarinya. Caranya hanya dengan menambah sedikit saja jumlah kalori yang dikonsumsi dibanding kalori yang dipakai. Dengan hanya penambahan 10 kalori tambahan per hari maka itu sudah bisa menaikkan berat badan rata-rata orang sebanyak 20 kg dalam 30 tahun.

Tapi sayangnya kebanyakan diet yang dilakukan banyak orang hanya berhasil menurunkan berat badan pada 6-8 bulan pertama, selanjutnya berat badan secara bertahap kembali naik pada tahun-tahun berikutnya karena hanya mengandalkan penurunan kalori tanpa diimbangi dengan aktifitas fisik untuk menjaganya.

Meskipun sudah mengurangi kalori tambahan per hari, namun hasilnya tidak akan langsung terlihat karena usaha tersebut membutuhkan waktu. Penurunan berat badan juga terjadi lebih lambat bagi orang obesitas dibandingkan pada orang yang lebih ramping.

Banyak Gerak

Beberapa orang menambah aktivitas fisik, yang kadang justru membuat mereka mengkompensasi dengan makan lebih banyak. Lalu, putus asa karena tidak ada kemajuan dan justru mengurangi aktivitas fisik sehingga berat badan kembali meningkat.

Meskipun demikian, Dr Hall mengatakan aktivitas fisik tetap penting untuk pemeliharaan berat badan. Saat orang sudah berkomitmen menurunkan jumlah kalori maka untuk menjaganya dia harus melakukan aktivitas fisik. Banyak gerak tapi tetap dengan makan banyak akan sulit menurunkan berat badan.

Dengan melihat plus minus pengurangan kalori saja atau banyak bergerak saja, Dr Hall mengatakan untuk menjaga berat badan tetap stabil membutuhkan komitmen jangka panjang dari orang yang bersangkutan. Mengurangi kalori diperlukan tapi harus diimbangi dengan aktifitas fisik agar berat badan terus stabil hingga jangka panjang.

Artinya penurunan berat badan tidak bisa dilakukan instan dan lebih efektif dilakukan dalam 2 tahap yaitu;
1. Perubahan pola makan dan aktivitas fisik yang lebih agresif agar berat badan lebih stabil.
2. Fase kedua lebih santai tetapi tetap menjalankan perubahan perilaku yang dapat mencegah berat badan naik kembali.

Dr Hall juga menemukan pola diet tidak bisa disamaratakan untuk semua orang. Beda orang maka beda pula cara dietnya. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa orang dapat menurunkan berat badan lebih cepat dari yang lain, padahal sama-sama mengonsumsi makanan yang sama dan melakukan latihan fisik yang sama.
Antasid, Obat untuk Atasi Maag

Antasid, Obat untuk Atasi Maag

 
 
Antasid diminum melalui mulut untuk mengatasi mulas, mual atau gangguan pencernaan. Cara kerjanya adalah menetralkan asam perut yang berlebihan. Beberapa Antasid juga mengandung simethicone yang dapat menimbulkan gejala kelebihan gas. Minum Antasid saja atau dikombinasi dengan simethicone dapat digunakan untuk menangani gejala maag.

Beberapa Antasid seperti aluminum karbonat dan aluminum hidroksida dapat diresepkan dengan makanan rendah fosfat untuk menangani hyperphosphatemia (terlalu banyak fosfat dalam tubuh). Aluminum karbonat dan aluminum hidroksida dapat juga digunakan dengan makanan rendah fosfat untuk mencegah batu ginjal. Antasid bisa dibeli walaupun tanpa resep dokter.

Antasid tersedia dalam bentuk: cair, tablet, bubuk suspensi, kapsul, tablet kunyah, suspensi, solusi, bubuk, wafer, tablet effervescent, bubuk effervescent.

Penggunaan:
Untuk pasien yang menggunakan tablet kunyah: kunyahlah tablet sebelum ditelan agar obat dapat bekerja lebih cepat dan efektif.

Untuk mengobati maag:

  1. Gunakan seperti yang disarankan dokter.
  2. Minum satu dan tiga jam setelah makan dan tidur untuk hasil terbaik, atau seperti yang dianjurkan dokter.

Untuk pasien yang mengunakan aluminium karbonat atau aluminium hidroksida untuk mencegah batu ginjal:
Minum banyak air untuk hasil terbaik, atau seperti yang dianjurkan dokter.

Untuk pasien yang mengunakan aluminium karbonat atau aluminium hidroksida untuk hyperphosphatemia (terlalu banyak fosfat dalam darah):
Dokter mungkin pasien menlakukan diet rendah fosfat.

Dosis
Dosis pengobatan berbeda untuk pasien yang berbeda. Ikuti saran dokter atau petunjuk pada label. Informasi berikut hanya meliputi dosis rerata obat.
Jumlah obat yang diambil tergantung pada kuatnya pengobatan dan jumlah dosis yang diambil tiap hari. Waktu yang diperbolehkan antar dosis dan lama pengobatan tergantung pada masalah medis.

Efek samping
Untuk Antasid yang mengandung aluminium:
Nyeri tulang, sembelit, hilang nafsu makan, perubahan mood, otot melemah, pembengkakan pergelangan tangan atau kaki, turun berat badan.

Untuk Antasid yang mengandung kalsium:
Sembelit, sulit kencing atau ketika kencing teras sakit, sering buang air kecil, pusing, hilang nafsu makan, perubahan mood, otot sakit atau kedutan, mual atau muntah, gugup atau gelisah, napas lambat, perasaan tidak enak, kelelahan yang tidak biasa.

Untuk Antasid yang mengandung magnesium:
Sulit kencing atau ketika kencing teras sakit, kepala pusing atau teras ringan, merasa tidak nyaman, detak jantung tak beraturan, hilang nafsu makan, otot melemah, kelelahan yang tak biasa, turun berat badan.

Untuk Antasid yang mengandung sodium bikarbonat:
Sering buang air kecil, pusing, hilang nafsu makan, otot sakit atau kedutan, mual atau muntah, gugup atau gelisah, napas lambat, pembengkakan pergelangan tangan atau kaki, perasaan tidak enak, kelelahan yang tidak biasa.

Sumber: Detikhealth
 
Supported By : My Free Template | Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Zulfa Inanda Gusti - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger